ArewariaNews.com

KOMUNITAS DEBAT BEBAS, SUPORTER BOLA INDONESIA AREMA VS BONEK

Bantu saya vote +1 pada tombol google plus di bawah!!

×
Thursday, August 14, 2014

Suporter Arema curi Motor Curanmor

Demi bisa nonton pertandingan sepakbola secara langsung, Slamet (21) nekat mencuri sepeda motor. Ia pun terpaksa harus berususan dengan polisi, karena tertangkap tangan sedang merusak kunci motor yang hendak dicurinya.
Kejadian berawal ketika Slamet melihat sebuah sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi L 6015 QB, sedang diparkir di Jl Kalimas Barat depan Gudang 57. Dirasa suasana sepi, pelaku mencoba merusak kunci stir motor milik Hafianto (21) warga Jl Layar.
Kanit Reskrim Pabean Cantikan, AKP Suprayitno menjelaskan, tertangkapnya tersangka berawal dari kecurigaan anggota reskrim saat di lokasi kejadian. "Saat dikuntit ternyata benar, tersangka melakukan pencurian motor," jelasnya, Rabu (27/3).
Kepada polisi, Slamet mengaku sebelumnya sudah empat kali mencuri motor di Jl Demak Jaya, Pelabuhan Tanjung Perak, Jl Rungkut Industri, dan Jl Manukan Tama. Dipilihnya motor Yamaha, karena tidak ada kunci pengaman tambahan. "Kunci kontaknya mudah dirusak," ujarnya.
Semua motor curiannya itu, kata Slamet, dijual ke Rokhim di Bangkalan, Madura. Dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 3 Juta. "Uangnya untuk nonton sepakbola, sisanya untuk membeli keperluan sehari-hari," katanya.

10 klub pemilik suporter garis keras

Tak dapat dipungkiri, keberadaan suporter memiliki arti penting bagi sebuah klub. Mereka siap berkorban apa pun demi klub yang mereka cintai. Bahkan, kemudian muncul kelompok-kelompok suporter garis keras. Setidaknya, ada 10 klub pemilik suporter garis keras paling cadas.

Berikut adalah klub pemilik suporter garis keras paling cadas:

10. Lech Poznan
1

Klub asal Polandia, Lech Poznan, menjadi salah satu tim dengan basis suporter fanatik di Eropa. Meski stadionnya hanya berkapasitas 40 ribu penonton, namun kekompakan suporter menjadi kunci utama tiap laga kandang. Klub-klub besar kerap tersandung saat laga tandang ke klub ini.

9. Ajax
netherlands-soccer-ajax-fc-twente-2011-5-15-11-31-48

Ajax adalah salah satu klub penyuplai pemain-pemain bintang ke Eropa. Johan Cruyff, Dennis Bergkamp, Edwin van Der Sar, Luiz Suarez, Zlatan Ibrahimovic, dan Patrick Kluivert adalah beberapa bintang yang berasal dari program pemain muda dari klub yang bermarkas di Amsterdam, Belanda ini.

Ajax ditaksir memiliki lebih dari 7 juta pendukung di seluruh Eropa. Fans mereka selalu memberi dukungan penuh di dalam stadion di Amsterdam Arena dengan warna dominan merah-putih.

8. Newscastle United
0,,10278~12248082,00

Meski prestasinya di dekade terakhir menurun, namun Newcastle United adalah salah satu klub di Inggris yang punya tradisi kuat dan memiliki basis fans paling fanatik di Inggris.

Survei yang dilakukan oleh Financial Services Co-Operative pada tahun 2004 menemukan, Newcastle United adalah klub dengan pendapatan tinggi yang berasal dari penggemarnya untuk pembelian tiket dan asesoris klub. Para fans bahkan tak segan membawa anak dan keluarganya saat tim yang berjaya di awal 90-an ini bertanding.

7. River Plate
Riverplate stadium

River Plate adalah salah satu klub pemilik fans paling fanantik di Argentina bersama pesaing mereka Boca Juniors. Laga antara keduanya menjadi laga klasik yang sangat sengit. Bahkan, ada ungkapan yang menyatakan bahwa laga ini adalah agenda wajib untuk ditonton sebelum wafat.  

6. Roma
Roma-fans

AS Roma merupakan salah satu klub besar Italia yang memiliki basis fans fanatik di Italia. Stadion Olimpico yang berkapasitas 70 ribu selalu dipenuhi pendukung yang dikenal dengan fans garis keras, Cucs (Komando Ultra Curva Sud),  yang terbaik di sepak bola Eropa. 

5. Napoli
European Football - UEFA Europa League - Group K - SSC Napoli v Liverpool FC

Kota Naples selalu berwarna biru muda tiap kali Napoli bertanding. Lebih dari 60 ribu suporter memenuhi stadion untuk mendukung tim mereka. Di Italia, Napoli menguasai 13 persen fans fanatik dari keseluruhan pencinta sepak bola di negeri tersebut.

Napoli juga merupakan salah satu pemilik fans paling fanatik di dunia dengan basis penggemar melampaui batas-batas negara, dengan perkiraan 6 juta penggemar di seluruh dunia.

4. Galatasaray
157687802

Tanpa diragukan lagi, Galatasaray adalah salah satu klub pemilik fans paling fanatik di dunia. Hampir 41,8 persen warga Turki adalah penggemar berat klub ini. Klub-klub besar Eropa selalu waspada jika harus bertanding di stadion mereka. Banyak dari mereka yang bermain gugup saat para fans dengan lantang bernyanyi mendukung klub ini.

3. Borussia Dortmund
borussia-dortmund-fans-1739229838

Meski bertaburan pemain bintang, Bayern Muenchen harus bertekuk lutut saat bertanding melawan Borussia Dortmund di final Piala Super Jerman, Kamis (14/8/14) dini hari . Tekanan yang diberikan suporter Dortmund di Signal Iduna Park membuat Bayern bertekuk lutut 2-0.

Signal Iduna Park menjadi salah satu stadion paling angker di dunia. Ribuan fans Hitam-Kuning selalu memenuhi stadion berkapasitas 80 ribu orang. Kecintaan mereka pada klub ini diwujudkan saat klub nyaris bangkrut pada akhir tahun 80-an. Para fans dengan suka rela merogoh kantong mereka untuk menyelamatkan keuangan klub.

2. Boca Juniors
bon1

Klub asal Argentina ini adalah salah satu klub dengan fans paling fanatik di dunia. Boca Juniors didukung hampi 40 persen pencinta sepak bola di Argentina. Mereka kerap memenuhi 50 ribu bangku di Estadio Alberto J. Armando tiap kali klub ini beraksi.

Para pendukung klub ini umumnya adalah kaum buruh, atau berbanding terbalik dengan rival mereka River Plate, yang dianggap sebagai pemilik pendukung kelas atas di Argentina.

1. Celtic
CelticFans

Klub Skotlandia, Glasgow Celtic, tercatat sebagai tim dengan pendukung paling fanatik dan sangat kompak di dunia. Presiden FIFA Sepp Blatter sendiri mengakui hal tersebut, dan memberi penghargaan khusus FIFA Fair Play Award.

Di Celtic Park sebagai kandang klub, suporter selalu setia memenuhi 60 ribu bangku stadion yang tersedia. Bintang Barcelona Lionel Messi bahkan mengakui jika fans di klub ini adalah fans terbaik yang pernah ia temui sepanjang kariernya sebagai pesepak bola.

Support Kurniawan Dwi Yulianto

Mantan striker tim nasional Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, meminta para suporter untuk tetap memberikan dukungannya kepada tim nasional (timnas) U-19. Sebagai mantan pemain, mantan pemain timnas ini mengaku memahami betul dengan apa yang dirasakan Evan Dimas dkk.

"Di saat tim kalah, dukungan suporterlah yang membuat para pemain tetap semangat berjuang. Jangan pernah berhenti mendukung timnas U-19," kata Kurniawan dalam acara "Gerakan Ayo! Indonesia Bisa" yang diselenggarakan Clear di FX Lifestyle Center, Jakarta, Kamis (14/8) siang.

Anak asuh Indra Sjafri tengah membutuhkan suntikan moril dari para suporter Indonesia. Apalagi timnas U-19 yang biasanya tampil memukau dan menjadi pujaan, kini terpuruk setelah gagal memetik kemenangan dari tiga laga yang dilakoni di Hassanal Bolkiah Trophy.

Timnas U-19 hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia U-21, dan kalah 1-3 ketika berhadapan dengan Brunei Darussalam U-21 dan Vietnam U-19.

Kurniawan menganggap timnas U-19 seolah menjadi cahaya di balik gelapnya prestasi persebakbolaan Indonesia.

"Saya adalah generasi gagal. Melihat timnas U-19, saya menganggap mereka  merupakan generasi emas yang bisa menjadi tulang punggung untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Indonesia," ungkap dia.

Kurniawan mencoba berpandangan positif menganggapi performa buruk timnas U-19 di HBT.  Kalau tidak ada kekalahan, ujar dia, timnas U-19 tidak akan bisa meningkatkan kualitas dan memperbaiki kelemahan. Bahkan, Kurniawan mengaku khawatir ketika timnas U-19 selalu memetik kemenangan dan jarang menuai kekalahan sebelum berlaga di HBT.

"Kalau mereka menang terus, jujur saya malah khawatir. Saya takut mereka kelebihan kepercayaan diri yang akhirnya menjadi bumerang," ujarnya.

Masalah financial PSPS

Nasib PSPS musim ini tidaklah lebih baik dengan musim lalu. Masalah financial masih menggerogoti klub berjuluk Asykar Bertuah ini.
Akibatnya, mogok bertanding oleh sebagian pemain terjadi. Ini sudah terlihat dari tur ke Medan di dau laga terakhir ini yang berujung kekalahan bagi PSPS.
Musim lalu, masalah financial pun terjadi. Aksi mogok sebagain pemain pun berlangsung yang mengakibatkan PSPS harus turun kasta dari ISL ke Divisi Utama.
Atas keadaan ini, para suporter pun merasa kecewa dengan manajemen PSPS saat ini. Apalagi, dari awal musim, PSPS sudah mengumandangkan target musim ini kembali ke level ISL. Namun melihat keadaan saat ini, hal itu sangat mustahil untuk dicapai.
"Sikap kami kecewa. Dari awal manajemen sudah menunjukkan kembali ke ISL. Kami juga. Namun keadaan sekarang lebih parah. Sama dengan keadaan musim lalu," kata Erick, koordinator Panam Curva Nord, salah satu suporter pendukung PSPS, Rabu (13/8/2014).
Para suporter juga merasa manajemen saat ini juga tidak transparan dalam hal pengeluaran dan pendapatan dana. Begitu juga dengan para sponsor yang sebelumnya sudah sempat dijanjikan.
Selain itu, masalah penjualan tiket laga kandang juga disoroti. Sebab sejauh ini, pendapatan dari penjualan tiket juga tidak transparan. Padahal, menurut Erik, penonton cukup banyak.
"Transparansi keuangan ini kita soroti. Baik masalah sponsor dan penjualan tiket. Kami saja suporter Curva Nord, sangat haram masuk ke stadion dengan gratis," ungkapnya.
Ketua umum Asykar Theking, kelompok suporter PSPS lainnya, Nasrul juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, masalah PSPS saat ini memang sangat pelik.
"Masalah financial ini sudah sangat menahun. Menggerogoti PSPS sehingga klub ini tidak bisa berkembang dengan baik," kata Nasrul.
Nasrul mengatakan, masalah PSPS ini tidak bisa diselesaikan dengan dengan satu pihak saja. Namun harus melibatkan banyak pihak seperti pihak pengurus, suporter, pengusaha, pihak swasta dan pemerinta setempat.
"Segala pihak harus duduk bersama untuk membahas PSPS ini. Ini sangat penting sebab masalahnya bukan hanya masalah dana saja. Tapi sudah pelik," ucapnya.
Dikatakannya, sebagai suporter, yang bisa dilakukan untuk mendukung PSPS yakni selalu bersama dalam setiap pertandingan. Mendukung tanpa henti.
Erik juga mengatakan hal yang sama. Suporter Curva Nord, katanya, juga mendukung PSPS lewat menghadiri pertandingan. Erik memisalkan, kala pertandingan ke Medan lalu, sejumlah suporter juga datang menyaksikan langsung ke Medan untuk dukung PSPS.

Suporter PBR Pelita Dilarang Masuk Stadion

Kelompok suporter Pelita Bandung Raya (Baraya) harus berlapang dada menerima keputusan larangan hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (14/8/2014), saat tim kesayangannya jumpa Persija Jakarta.

Keputusan tersebut berdasarkan rapat koordinasi panitia pelaksana pertandingan Persija, Persib Bandung, dengan Polda Metro Jaya, Kamis (7/8/2014). Baraya tidak diperkenankan hadir di Jakarta untuk menjaga stabilitas keamanan laga.

"Keputusan ini kami ambil berdasarkan rakor Polda, pekan lalu. Pihak kepolisian merekomendasi penonton lawan untuk tidak hadir pada dua laga, yakni saat melawan Persib, kemarin, dan suporter PBR," kata Ketua Panpel Persija Hanifditya kepada Harian Super Ball, kemarin.

Sebenarnya The Jakmania, suporter Persija, tidak memiliki sejarah rivalitas kala keduanya bertemu di stadion. Namun, kericuhan kedua suporter yang sempat terjadi pada pertemuan pertama di Bandung menjadi catatan tersendiri.

Kericuhan di Bandung sendiri sebenarnya disulut oleh pendukung Persib Bandung, Viking, yang turut hadir pada laga PBR kontra Persib. Namun, pada saat itu Baraya pun diduga ikut terpancing oleh provokasi Viking.

Hingga saat ini, Selasa (12/8/2014), pihak kepolisian belum mengeluarkan surat izin resmi laga Persija versus PBR. Namun, Hanif meyakini izin resmi akan segera didapat pada Rabu (13/8/2014).

"Ini hanya persoalan administrasi karena pihak kepolisian sedang sibuk mengamankan proses sidang MK (Mahkamah Konsitusi). Kami yakin besok (hari ini-red) sudah bisa kami peroleh," ujarnya.

Manajer PBR pun mendukung keputusan tersebut. Namun, ia mengklarifikasi jika pihak manajemen yang justru melarang Baraya hadir ke SUGBK. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kericuhan.

“Yang pasti suporter kami bukan dilarang datang namun tidak mau datang. Ini hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujar Rawindra

Semen Padang vs PERSIB

PERSIB sejatinya memiliki rekor bagus setiap bertemu Semen Padang di tanah Minang. Namun, ada satu noda yang belum bisa dilupakan Maung Bandung. Yaitu kekalahan 1-2 Bandung pada perjumpaan pertama musim ini.
Semen Padang vs PERSIB
Tak pelak, misi pembalasan di Stadion H. Agus Salim pun akan menjadi motivasi tambahan bagi Pangeran Biru pada laga yang berlangsung Jumat (15/8) nanti.

Kemenangan akan bermakna ganda. Yang pertama, membuat PERSIB memperlebar peluang tiket lolos ke babak selanjutnya dan menyalip lagi Persija Jakarta. Sementara yang kedua, menjadi ajang pembalasan yang indah.

Demi misi itu, pelatih Djadjang Nurdjaman akan kembali mengandalkan Ferdinand Sinaga yang baru keluar dari hukuman akumulasi kartu. Top skor sementara Pangeran Biru ini pun menjadi harapan untuk mendulang poin dan membalaskan sakit hati PERSIB kepada mantan klubnya tersebut

Kenapa Timnas U-19 Selalu kalah ?

Faktor Umur Jadi Sebab Kekalahan Timnas U-19  
Kekalahan dua kali berturut-turut yang dialami tim nasional sepak bola usia di bawah 19 tahun (timnas U-19) dalam turnamen Piala Hassanal Bolkiah 2014 di Brunei Darussalam menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

Namun, mantan pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, mengatakan masyarakat harus merespons kekalahan timnas U-19 ini dengan bijak. “Perlu diingat bahwa lawan-lawan timnas U-19 di Myanmar adalah tim dengan usia lebih senior,” ujarnya. “Menghadapi tim dengan pemain-pemain yang lebih senior tidaklah mudah.”

Menurut Rahmad, perbedaan usia memang berpengaruh dalam sebuah permainan. “Contohnya, struktur otot mereka berbeda. Ini berpengaruh,” katanya. “Jadi, kekalahan yang mereka alami bukan berarti permainan mereka jelek.”

Rahmad mengatakan timnas U-19 harus mengambil manfaat dari kekalahan ini. “Ini proses yang baik untuk dilalui,” ujarnya. “Kualitas sebuah tim akan terlihat dengan bagaimana mereka mengatasi kekalahan.”

Penampilan puncak sebuah tim, kata Rahmad, dicapai ketika turnamen utama berlangsung. Dalam hal ini, Piala AFC U-19 yang akan diikuti timnas U-19. “Dalam proses uji coba menuju turnamen itu, sebuah tim akan mengalami baik kemenangan maupun kekalahan,” ujarnya. “Menurut saya, timnas U-19 masih on the track.”