Nasib PSPS musim ini tidaklah lebih baik dengan musim lalu. Masalah financial masih menggerogoti klub berjuluk Asykar Bertuah ini.
Akibatnya, mogok bertanding oleh sebagian pemain terjadi. Ini sudah terlihat dari tur ke Medan di dau laga terakhir ini yang berujung kekalahan bagi PSPS.
Musim lalu, masalah financial pun terjadi. Aksi mogok sebagain pemain pun berlangsung yang mengakibatkan PSPS harus turun kasta dari ISL ke Divisi Utama.
Atas keadaan ini, para suporter pun merasa kecewa dengan manajemen PSPS saat ini. Apalagi, dari awal musim, PSPS sudah mengumandangkan target musim ini kembali ke level ISL. Namun melihat keadaan saat ini, hal itu sangat mustahil untuk dicapai.
"Sikap kami kecewa. Dari awal manajemen sudah menunjukkan kembali ke ISL. Kami juga. Namun keadaan sekarang lebih parah. Sama dengan keadaan musim lalu," kata Erick, koordinator Panam Curva Nord, salah satu suporter pendukung PSPS, Rabu (13/8/2014).
Para suporter juga merasa manajemen saat ini juga tidak transparan dalam hal pengeluaran dan pendapatan dana. Begitu juga dengan para sponsor yang sebelumnya sudah sempat dijanjikan.
Selain itu, masalah penjualan tiket laga kandang juga disoroti. Sebab sejauh ini, pendapatan dari penjualan tiket juga tidak transparan. Padahal, menurut Erik, penonton cukup banyak.
"Transparansi keuangan ini kita soroti. Baik masalah sponsor dan penjualan tiket. Kami saja suporter Curva Nord, sangat haram masuk ke stadion dengan gratis," ungkapnya.
Ketua umum Asykar Theking, kelompok suporter PSPS lainnya, Nasrul juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, masalah PSPS saat ini memang sangat pelik.
"Masalah financial ini sudah sangat menahun. Menggerogoti PSPS sehingga klub ini tidak bisa berkembang dengan baik," kata Nasrul.
Nasrul mengatakan, masalah PSPS ini tidak bisa diselesaikan dengan dengan satu pihak saja. Namun harus melibatkan banyak pihak seperti pihak pengurus, suporter, pengusaha, pihak swasta dan pemerinta setempat.
"Segala pihak harus duduk bersama untuk membahas PSPS ini. Ini sangat penting sebab masalahnya bukan hanya masalah dana saja. Tapi sudah pelik," ucapnya.
Dikatakannya, sebagai suporter, yang bisa dilakukan untuk mendukung PSPS yakni selalu bersama dalam setiap pertandingan. Mendukung tanpa henti.
Erik juga mengatakan hal yang sama. Suporter Curva Nord, katanya, juga mendukung PSPS lewat menghadiri pertandingan. Erik memisalkan, kala pertandingan ke Medan lalu, sejumlah suporter juga datang menyaksikan langsung ke Medan untuk dukung PSPS.
Akibatnya, mogok bertanding oleh sebagian pemain terjadi. Ini sudah terlihat dari tur ke Medan di dau laga terakhir ini yang berujung kekalahan bagi PSPS.
Musim lalu, masalah financial pun terjadi. Aksi mogok sebagain pemain pun berlangsung yang mengakibatkan PSPS harus turun kasta dari ISL ke Divisi Utama.
Atas keadaan ini, para suporter pun merasa kecewa dengan manajemen PSPS saat ini. Apalagi, dari awal musim, PSPS sudah mengumandangkan target musim ini kembali ke level ISL. Namun melihat keadaan saat ini, hal itu sangat mustahil untuk dicapai.
"Sikap kami kecewa. Dari awal manajemen sudah menunjukkan kembali ke ISL. Kami juga. Namun keadaan sekarang lebih parah. Sama dengan keadaan musim lalu," kata Erick, koordinator Panam Curva Nord, salah satu suporter pendukung PSPS, Rabu (13/8/2014).
Para suporter juga merasa manajemen saat ini juga tidak transparan dalam hal pengeluaran dan pendapatan dana. Begitu juga dengan para sponsor yang sebelumnya sudah sempat dijanjikan.
Selain itu, masalah penjualan tiket laga kandang juga disoroti. Sebab sejauh ini, pendapatan dari penjualan tiket juga tidak transparan. Padahal, menurut Erik, penonton cukup banyak.
"Transparansi keuangan ini kita soroti. Baik masalah sponsor dan penjualan tiket. Kami saja suporter Curva Nord, sangat haram masuk ke stadion dengan gratis," ungkapnya.
Ketua umum Asykar Theking, kelompok suporter PSPS lainnya, Nasrul juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, masalah PSPS saat ini memang sangat pelik.
"Masalah financial ini sudah sangat menahun. Menggerogoti PSPS sehingga klub ini tidak bisa berkembang dengan baik," kata Nasrul.
Nasrul mengatakan, masalah PSPS ini tidak bisa diselesaikan dengan dengan satu pihak saja. Namun harus melibatkan banyak pihak seperti pihak pengurus, suporter, pengusaha, pihak swasta dan pemerinta setempat.
"Segala pihak harus duduk bersama untuk membahas PSPS ini. Ini sangat penting sebab masalahnya bukan hanya masalah dana saja. Tapi sudah pelik," ucapnya.
Dikatakannya, sebagai suporter, yang bisa dilakukan untuk mendukung PSPS yakni selalu bersama dalam setiap pertandingan. Mendukung tanpa henti.
Erik juga mengatakan hal yang sama. Suporter Curva Nord, katanya, juga mendukung PSPS lewat menghadiri pertandingan. Erik memisalkan, kala pertandingan ke Medan lalu, sejumlah suporter juga datang menyaksikan langsung ke Medan untuk dukung PSPS.
Judul: Masalah financial PSPS, Thursday, August 14, 2014
Ditulis oleh Unknown Rating Blog: 5 dari 5
Anda baru saja membaca artikel Situs ArewariaNews.com yang berkategori Berita /
financial /
ISL /
PSPS /
Suporter
dengan judul Masalah financial PSPS. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://arewarianews.blogspot.com/2014/08/masalah-financial-psps.html. Terima kasih!
Posted by: Unknown
Masalah financial PSPS Updated at :
4:58 PM
Artikel Terkait Tentang ArewariaNews.com Berita ,financial ,ISL ,PSPS ,Suporter
Belum ada komentar untuk "Masalah financial PSPS"
Post a Comment